Rabu, 15 Februari 2012

* Isu Strategis dan Permasalahan Wilayah Pesisir


* Isu Strategis dan Permasalahan Wilayah Pesisir
Masalah pengelolaan wilayah pesisir yang melahirkan kemiskinan masyarakat pesisir (nelayan), serta menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir dipicu oleh beberapa faktor yang menjadi isu-isu strategis di Sulsel, yakni: Pertama, isu sosial budaya, meliputi rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), lambatnya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, buruknya sanitasi lingkungan permukiman, degradasi budaya dan semangat kebaharian, serta masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk.
Kedua, isu lingkungan, meliputi degradasi ekosistem
pesisir dan laut, tercemarnya wilayah pesisir, lemahnya penataan dan pengawasan pemanfaatan ruang wilayah pesisir. Ketiga, isu kelembagaan, meliputi tidak terpadunya pengelolaan wilayah pesisir, lemahnya kelembagaan masyarakat dan pemerintah, lemahnya penegakan hukum di wilayah pesisir dan laut.
Keempat, isu pembangunan ekonomi, meliputi rendahnya daya tarik ODT wisata bahari, belum optimalnya pengelolaan perikanan tangkap, belum optimalnya pengelolaan perikanan budi daya, belum optimalnya pengelolaan bahan mineral, rendahnya aksesibilitas antarpulau. Faktor lainnya, yakni perubahan alam yang
sering mengancam kelestarian ekosistem maupun masyarakat pesisir, antara lain gempa bumi, tsunami, erosi, polusi, badai, banjir, gelombang pasang, abrasi, serta kenaikan permukaan air laut (global warming).
Adapun faktor yang disebabkan oleh perbuatan manusia (man made disasters), seperti konversi hutan mangrove untuk lokasi tambak dan perluasan kota dan kawasan industri, penambangan batuan di daerah karang laut dan penambangan pasir laut untuk bahan bangunan dan komersial. Bisa juga karena pencemaran akibat adanya praktik/kebiasaan untuk memanfaatkan laut sebagai tempat pembuangan berbagai limbah dan sampah serta eksploitasi sumber daya laut dan pesisir yang berlebihan (over exploitation). Tidaklah mengherankan, terjadinya bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulsel khususnya dan Indonesia pada umumnya dalam dekade terakhir ini telah mengakibatkan jatuhnya ribuan korban jiwa, serta kerugian ekonomi mencapai triliunan rupiah. Kerugian ekonomi tersebut menjadi semakin besar apabila memperhitungkan juga kerusakan sumber daya alamnya.

Tamsil Akan Sekolahkan Nelayan Takalar ke Jepang
Ditulis pada 20-02-2011 21:01:32 WIB

Takalar, Sulsel (Phinisinews) - Anggota DPR Tamsil Linrung berjanji akan menyekolahkan nelayan tradisional Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan ke Jepang untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat pesisir serta menjaga biota laut.
       
"Melalui PNTI, saya akan mengirim beberapa nelayan-nelayan untuk di sekolahkan ke Jepang dan Korea untuk dilatih cara menangkap ikan dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan," ujar Tamsil Linrung di Takalar, Sulsel, Minggu.
       
Ia yang didampingi beberapa anggota DPRD Sulsel berkunjung ke Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar, Sulsel, sebagai Ketua Umum Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI).
       
Keberadaannya di Kabupaten Takalar untuk melakukan dialog bersama warga pesisir dan juga melihat kondisi abrasi pantai yang terjadi dipesisir Pantai Galesong.
       
Tidak hanya itu, Tamsil juga berjanji akan memberikan bantuan dana untuk tempat Pelelangan Ikan (TPI) Beba dan mobil penarik kapal nelayan.
       
"Setelah berdialog dan melihat kondisi warga pesisir pantai yang umumnya berprofesi sebagai nelayan ini, saya sangat prihatin dengan kehidupannya karena masih berada dibawah garis kemiskinan," katanya.
       
Kehidupan dan pemenuhan kebutuhan mereka sangat tergantung pada kondisi musim dan keberadaan sumber daya alam tanpa ada kemampuan untuk mengontrolnya.
       
Karena laut, tempat mereka menggantungkan hidup dan kehidupannya merupakan sumber daya alam milik bersama yang jika rusak tidak ada individu yang merasa bertanggungjawab secara pribadi.
       
Pengelolaan potensi sumber daya laut dan pesisir juga dirasakan belum optimal sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan secara signifikan.
       
Sementara itu ancaman kerusakan terhadap laut dan sumber daya pesisir cenderung memperlihatkan grafik yang meningkat cukup tajam.
       
Salah satu penyebab utama dari kondisi di atas adalah akibat kegiatan manusia di darat disamping di laut itu sendiri. Di sisi lain, hutan mangrove sebagai ciri khas daerah pesisir juga tidak luput dari kegiatan pembukaan tambak-tambak baru.
       
Berkurangnya fungsi mangrove sebagai habitat komunitas pantai, secara langsung berpengaruh terhadap menurunnya tingkat pendapatan nelayan.
Sumber :
Muhammad Arsani ; Pegawai Sub Bidang SDA dan Kelautan Bappeda Sulsel (http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=30173)
(Sumber: PhinisiNews/Ant)
  










Komentar
Keterkaitan antar artikel pertama dan kedua
Pada artikel pertama yang mengenai isu dan permasalahan wilayah pesisir yaitu Masalah pengelolaan wilayah pesisir yang melahirkan kemiskinan masyarakat pesisir (nelayan), serta menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir dipicu oleh beberapa faktor yang menjadi isu-isu strategis di Sulsel, yakni: Pertama, isu sosial budaya, meliputi rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), lambatnya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, buruknya sanitasi lingkungan permukiman, degradasi budaya dan semangat kebaharian, serta masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk.
Salah satu faktor yang menjadi isu yaitu masalah rendahnya kualitas sumber daya manusia oleh karena itu pemerintah di kabupaten takalar mempunyai inisiatif akan menyekolahkan nelayan tradisional Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan ke Jepang untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat pesisir serta menjaga biota laut. "Melalui PNTI, saya akan mengirim beberapa nelayan-nelayan untuk di sekolahkan ke Jepang dan Korea untuk dilatih cara menangkap ikan dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan,"
Ini salah satu upaya pemerintah di kabupaten takalar untuk membantu rakyatnya keluar dari kemiskinan khususnya nelayan yang hidupnya bergantung pada musim dan keberadaan sumber daya alam tanpa ada kemampuan untuk mengontrolnya.

1 komentar:

  1. M life Casino - Dr. MD
    Find out more 남원 출장안마 about M life Casino by Dr. 의정부 출장샵 MD 오산 출장안마 and how 통영 출장안마 you can play casino games, and other similar 구미 출장안마 casino games at Dr. MD. The  Rating: 4.1 · ‎1 vote

    BalasHapus